About Author

Seo Services

Newsletter

Seo Services

Segarnya Limun Oriental, Minuman Jadoel Pekalongan

Juli 30, 2018



Limun, sebutan untuk minuman ringan berkarbonasi yang pernah merajai rak-rak toko kelontong dan rumah makan puluh tahun silam. Saya sebagai generasi penikmat masa-masa indah ’90-an boleh dibilang kenyang menyesap manisnya berbotol-botol limun. Sayang seiring dengan perkembangan zaman dan ekspansi besar-besaran dari pabrik minuman bersoda buatan Amerika, sebagian besar pabrik limun di Indonesia tak mampu bersaing dalam kemajuan alat produksi dan tekanan harga jual.
Setahu saya, hampir semua pabrik limun di kota-kota besar Indonesia dikabarkan guling tikar. Lidah anak-anak muda pun mulai terlena dengan produk lebih baru dengan pemasaran melalui ragam iklan yang selalu mengundang perhatian masyarakat. Lambat laun mereka meninggalkan minuman ringan yang dianggap tidak kekinian lagi. Bahkan bekas pabrik limun di kota saya sendiri sudah rata dengan tanah.

Pabrik Limun Oriental Pekalongan
Pabrik Limun Oriental

Nyaris tak percaya ketika seorang kawan membenarkan bahwa di kawasan Jetayu, Kota Pekalongan masih memiliki sebuah pabrik limun aktif dengan nama Pabrik Limun Oriental. Untuk membuktikannya, siang itu mas Trias, aktivis Akademi Berbagi Pekalongan, mengajak saya dan Aan, penulis di alfianwidi.com untuk melihat lebih dekat proses pembuatan limun. Saya diajak bernostalgia merasakan kembali kesegaran rasa limun yang sudah pudar dari ingatan.
Lokasi pabrik Limun Oriental persis berada di belakang Rutan Lodjie atau rumah tahanan yang dulu sempat dikenal sebagai bekas benteng yang dibangun oleh VOC sekitar tahun 1753 dengan nama Fort Peccalongan. Jika jalan kaki dari Museum Batik Pekalongan pun tak terlalu jauh, hanya berjarak sekian puluh meter saja.
Boleh dibilang Pabrik Limun Oriental ini punya posisi strategis di tengah kota. Kejutannya, pabrik limun berumur hampir seratus tahun tersebut berdampingan dengan rumah pemiliknya yang masih mempertahankan gaya bangunan perpaduan kolonial dan Tionghoa. Lalu teras depan rumahnya sudah disulap menjadi sebuah kafe sederhana dengan beberapa perabotan bernuansa vintage.
Pabrik Limun Oriental adalah nama pabrik limun di Pekalongan yang didirikan oleh Njo Giok Liem pada tahun 1923. Limun yang diproduksinya merupakan hasil campuran air sari buah, asam sitrat, dan uap dari racikan CO2. Dengan proses pemanfaatan uap itulah hasil karbonasi limun tak sekeras minuman bersoda yang menggunakan bahan campuran gula dan bubuk soda.
Produksi limun beruapnya kemudian diberi merk Cap Nyonya. Dalam rentang puluhan tahun, ada pasang dan surut yang mereka lalui. Tahun 1970-an disebut sebagai masa kejayaan Limun Cap Nyonya. Saat hari raya Lebaran tiba, bisa dipastikan tiap lemari pendingin warga Pekalongan selalu dipenuhi oleh botol-botol aneka rasa dari Limun Cap Nyonya.
Puluhan karyawan pabrik pernah dikerahkan untuk memproduksi seratus hingga tiga ratus kerat dalam sehari (satu kerat sama dengan 24 botol). Angka produksi yang terbilang sangat besar untuk pabrik rumahan kala itu. Logo yang mereka gunakan dan varian rasa juga beberapa kali mengalami perubahan dari generasi ke generasi dengan maksud supaya terus menarik perhatian pembelinya.
Sementara tahun 1990-an justru bisa dibilang masa tersulit bagi Pabrik Limun Oriental. Minuman bersoda yang meramaikan pasar mulai menggeser popularitas limun beruap. Jika tidak berkukuh dengan pelestarian warisan leluhur, mungkin saja penerusnya akan lengah dan menyerah. Beruntung pada tahun 2000-an, Njo Kiem Nio atau akrab disapa Anna sebagai generasi keempat dibantu oleh anak-anaknya berhasil bangkit dengan strategi pemasaran baru, namun tetap mempertahankan rasa serta kualitas limun seperti sediakala.
Setelah mas Trias mendapat izin dari pengelola Limun Oriental, kami bertiga pun bergegas masuk ke dalam pabrik. Tumpukan kerat botol kosong dan bak-bak berukuran besar menjadi pemandangan awal yang saya lihat. Salah satu karyawan di sana yang bernama Kundari menjelaskan bahwa bak tersebut difungsikan sebagai tempat perendaman botol-botol limun bekas pakai yang sudah disikat sampai bersih.
Proses berikutnya akan dilakukan penyemprotan terhadap botol-botol yang telah berdiri dalam posisi lubang botol menghadap ke bawah. Kucuran air cukup deras akan menyemproti seluruh permukaan bagian dalam agar kotoran yang masih menempel segera luruh. Kemudian botol-botol yang sudah steril itu dioper ke ruang laboratorium untuk diisi campuran resep sitrun, penguat rasa, dan bahan yang lain.
Yang paling berkesan bagi saya adalah melihat langsung bagaimana proses pengisian uap hasil olahan karbondioksida yang dialirkan melalui selang panjang dari tabung menuju mesin pengisian limun. Semua proses dilakukan secara konvensional dengan alat-alat yang terbilang sangat sederhana. Tekanan dari gas karbondioksida menimbulkan suara berdesis. Diikuti kerja mesin pengisian dan mesin tutup botol yang menghasilkan bunyi saling bersahut-sahutan. Ibarat berdiri di tengah panggung orkestra ala pabrik limun. ðŸ˜€
Total ada lima karyawan yang bekerja di ruang tersebut. Dua orang berdiri di depan dua buah mesin pengisian limun, dua lainnya duduk di depan alat press pemasangan tutup botol. Mereka terlihat saling mengoper botol. Jika busa naik berlebihan, botol akan diguncang sedikit agar sisa busa muncrat keluar. Setelah itu baru diserahkan ke bagian penutupan botol. Karyawan kelima bertugas mengangkat kerat botol berisi larutan sitrun, serta memindahkan kerat yang sudah selesai melewati proses akhir. Limun pun siap diedarkan.
Puas menyaksikan proses pembuatan limun, saya pun langsung terhenyak dalam kursi busa empuk di kafe teras depan pabrik. Kafe yang dihiasi perabot jadul berhasil menumbuhkan atmosfir yang positif. Bahkan saking betahnya, keesokan harinya saya menyempatkan diri kembali lagi ke sana untuk limundar atau limun darat dengan salah satu kawan blogger bernama Bayu Taufani yang sebelumnya hanya bersua di dunia maya. ðŸ˜€
Di kafe yang beralamat di Jalan Rajawali Utara no.15, para pengunjung bisa mencicipi langsung aneka rasa hasil akhir produksi Limun Oriental Cap Nyonya yang legendaris itu. Harga perbotol Limun Oriental hanya Rp5.000 kalau diminum di tempat. Jika botol dibawa pulang berarti pelanggan harus membayar Rp7.000 perbotolnya. Turut disediakan pula aneka snack ringan seperti kacang goreng dan keripik yang diletakkan dalam toples kaca di atas meja sebagai camilan pendamping ketika limundar.

aneka rasa Limun Oriental
ragam rasa Limun Oriental

Enam rasa limun ditawarkan oleh mereka. Bisa pilih rasa apa saja sesuai selera masing-masing. Mulai dari rasa framboze berwarna merah, rasa jeruk warna oranye, limun rasa mocha warna kecoklatan. Kemudian limun nanas yang memiliki warna kuning keemasan, rasa sirsak berwarna hijau muda, dan rasa lemon lime (rasa baru dengan warna hijau). Terakhir ada limun soda tawar yang sering digunakan sebagai pelengkap minuman soda gembira.
Limun Oriental buka hari Sabtu – Kamis jam 08.00 – 16.00 WIB ( Jum’at dan hari besar libur). Info pemesanan bisa menghubungi nomor: 0285 – 421385/ 081901470887 atau cek IG @limunoriental.
Jadi jangan tanya lagi bagaimana segarnya rasa dari limun, apalagi serunya limun darat di sana! Datang dan rasakan sendiri saja. ðŸ˜‰
Segarnya Limun Oriental, Minuman Jadoel Pekalongan Segarnya Limun Oriental, Minuman Jadoel Pekalongan Reviewed by Jelajah Pekalongan on Juli 30, 2018 Rating: 5

Soto Tauto RM Bang Dul yang Terkenal Lezat di Pekalongan dan bisa ditemukan di sejumlah tempat di Jakarta

Juli 30, 2018

email
Soto Tauto Bang Dul Pekalongan
Soto Tauto Bang Dul Pekalongan
Soto Tauco Berisi Daging Ayam Atau Daging Kerbau
Tauto adalah Soto yang dipadukan dengan Tauco dan menghasilkan cita rasa baru yang sangat khas. Tauto adalah salah satu makanan khas asal Pekalongan yang belum diketahui siapa penemu awalnya. Jika Anda singgah di Pekalongan, cobalah mampir ke warung Soto Tauto Bang DulSoto Tauto Bang Dul Pekalongan terletak di Jl Dr SutomoDepan Asrama Brimob Kota Pekalongan.
Meskipun rumah makannya tidak terlalu besar, namun tersedia jumlah meja kursi yang cukup untuk menampung puluhan orang.  Untuk ukuran warung soto, tempat ini cukup rapih dan bersih ditambah lagi penyajiannya yang hanya membutuhkan waktu kisaran 10 menit. Untuk isi dari Soto Tauco ini memang berbeda dari soto pada umumnya yaitu terdapat suwiran daging ayam atau ada pula yang menggunakan daging kerbau, kerupuk usus, bihun/soun, sayur, dan tentu saja tauco yang membuat kuah soto berwarna coklat dan lebih kental. Biasanya saat disajikan soto ini akan lebih baik di temani dengan tahu dan tempe goreng terlebih lagi disantap selagi panas, rasanya akan lebih terasa nikmat.
Soto Tauto yang dijual di RM Soto Tauto Bang Dul dibagi menjadi dua pilihan padanan, yakni dicampur dengan nasi atau dipisah. Salah satu kekhasan hidangan ini adalah kuahnya yang agak asam dan pedas. Cukup sediakan Rp 15 ribu, Anda bisa menikmati seporsi Soto Bang Dul, lengkap dengan lauk daging ayam, sapi atau jerohan. Anda juga bisa menikmatinya dengan nasi atau lontong. Tak terhitung berapa mangkuk yang dibuat per hari. Yang jelas satu hari, warungnya bisa menghabiskan satu setengah kuintal daging ayam dan satu kuintal daging sapi.
Rasa yang dihasilkan dari tauto ini sangat lah unik, yaitu perpaduan rasa chinesse food dari tauco dengan cita rasa jawa tengah. Tauto sangat cocok bagi Anda yang menyukai rasa manis dan gurih. RM Soto Bang Dul Pekalongansudah buka melayani pengunjung sejak pukul 07.30 pagi, hingga rumah makan tutup jam 8 malam. Selain di tempat ini, ada pula cabangnya di Jl. Dr. Cipto No.119, di Depan Pasar Batik Setono Pekalongan. Penggemar Soto Tauto Pekalongan juga bisa menemukan soto khas ini di sejumlah tempat di Jakarta.

Soto Tauto RM Bang Dul yang Terkenal Lezat di Pekalongan dan bisa ditemukan di sejumlah tempat di Jakarta Soto Tauto RM Bang Dul yang Terkenal Lezat di Pekalongan dan bisa ditemukan di sejumlah tempat di Jakarta Reviewed by Jelajah Pekalongan on Juli 30, 2018 Rating: 5

Pindang Tetel Si Coklat Gurih Khas Pekalongan

Juli 30, 2018

email
Pindang Tetel Pekalongan
Pindang Tetel Pekalongan
Penggunaan Kluwak Membuat Rasa Pindang Tetel Semakin Gurih dan Nikmat
Singgah di Pekalaongan, kurang lengkap rasanya bila hanya berburu batik saja tanpa menjajal kulinernya yang maknyus. Yang paling khas sebagai kuliner kota Pekalongan adalah Pindang Tetel yang menjadi primadona di kota yang terkenal akan batiknya ini. Pindang Tetel khas Pekalongan ini banyak dijajakan di warung -warung tenda pinggir jalan yang ada di Pekalongan, dan penjualnya tersebar hampir di seluruh penjuru kota Pekalongan. Untuk mencari Pindang Tetel Pekalongan yang terbaik ada di Desa Ambokembang, disana Anda akan mendapatkan Pindang Teteldengan rasa khas dan terbaik dari kota Pekalongan.
Pindang Tetel itu sendiri adalah makanan khas yang berasal dari Desa Ambokembang, Kedungwuni, Pekalongan. Pada mulanya, masyarakat Ambokembang hendak memanfaatkan hasil bumi kluwek dari daerah mereka. Saat mereka memadukan kluwek dengan tempe dan tahu, rasa masakan yang dihasilkan kurang enak. Akhirnya mereka menggunakan daging sapi dan ternyata rasanya enak, terutama bila daging sapi dipotong kecil-kecil(ditetel-tetel). Selanjutnya masyarakat Ambokembang menyebutnya Pindang Tetel.
Meskipun namanya Pindang Tetel , masakan ini lebih mirip rawon tetapi berbeda, jika rawon lebih pekat dan kental sedangkan Pindang Tetel lebih encer dan di buat dari tetelan daging sapi, bukan ikan pindang seperti namanya. Karena Pindang Tetel singkatan dari paling enak daging tetel. Warna coklat kehitaman yang ada pada Pindang Teteldikarenakan bumbu kluwak yang digunakan dalam pembuatan. Penggunaan kluwak ini yang membuat rasa Pindang Tetel semakin gurih dan nikmat.
Selain dibumbui dengan kluwak, Pindang Tetel juga diperkaya dengan bumbu-bumbu khas seperti ketumbar, merica, terasi, kecap, cabai merah, terasi, bawang merah, serta bawang putih. Sementara untuk menghilangkan bau amis daging sapi, bumbu tersebut dihaluskan bersama dengan empah lainnya seperti lengkuas, salam, serta sereh. Dibandingkan dengan sayur rawon, kuah Pindang Tetel pun lebih berlemak. Pindang Tetel khas Pekalongan ini biasanya dimakan bersama dengan kerupuk usek berwana putih dan pink yang digoreng tanpa minyak, melainkan dengan menggunakan pasir. Pindang Tetel tidak cocok disajikan dengan krupuk yang digoreng dengan minyak karena merusak cita rasanya.
Krupuk usek diremas dan dimasukkan ke dalam mangkok, kemudian disiram dengan kuah Pindang Tetel lengkap dengan daging tetelannya. Atau bila anda merasa benar-benar lapar, Anda dapat menambahkan lontong sebagai pelengkapnya. Sambelnya sendiri memakai sambel dengan gula aren yang cabenya di rebus lebih dulu. Satu porsi Pindang Tetel di Pekalongan biasanya dibanderol dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 6.000 saja, terbilang murah untuk masakan dengan bahan daging seperti ini.


Pindang Tetel Si Coklat Gurih Khas Pekalongan Pindang Tetel Si Coklat Gurih Khas Pekalongan Reviewed by Jelajah Pekalongan on Juli 30, 2018 Rating: 5

Nasi Megono Kuliner Lezat yang Masih Eksis di Pekalongan

Juli 30, 2018

email
Sego Megono Khas Pekalongan
Sego Megono Khas Pekalongan
Rasanya Gurih Sehingga Cocok Untuk Disantap Dengan Lauk Apapun
Selama ini Pekalongan dikenal sebagai kota batik. Namun siapa sangka, salah satu kuliner yang menarik untuk menjadi referensi wisata kuliner yakni Nasi Megono berasal dari Pekalongan. Salah satu warung makan yang menyajikan menu Nasi Megono ini adalah Warung Mbak Ibah yang terletak di Jalan Mawar, Sorogenen, PekalonganWarung Mbak Ibah telah dibuka sejak tahun 1992, letaknya berada di pusat kota, tepatnya di Lapangan Soregenen.
Nasi Megono dapat dengan mudah ditemui di kota Pekalongan, biasanya dijual pada pagi sampai malam hari. Sebenarnya warung Nasi Megono memiliki konsep seperti warung nasi rames, di mana Anda dapat memilih sendiri lauk yang ingin disantap. Seperti tongseng sapi, ayam goreng, ayam masak kecap, tumis terong, gorengan, dan masih banyak lainnya. Nasi Megono ini sangat populer di PekalonganNasi Megono merupakan nasi putih yang disajikan bersama dengan olahan nangka muda yang disebut megono.
Bahan bakunya sama dengan gudeg, namun cara mengolahnya berbeda. Di Nasi Megono, nangka muda yang lembut dicacah halus dan dimasak dengan campuran serutan kelapa serta kecombrang, dan bumbu-bumbu khas yang sedap dan menggugah selera. Ada pula yang menambahkan ikan teri sebagai penambah aroma. Tekstur dan rasa cacahan nangka ini yang memberi keseimbangan pada Nasi Megono, rasanya gurih sehingga cocok untuk disantap dengan lauk apapun. Apalagi jika disantap dengan nasi hangat dan teh manis hangat.
Rasanya yang gurih akan menjadi pelengkap yang sempurna untuk nasi yang cenderung hambar. Kalau menilik dari sejarahnya, Nasi Megono memang diciptakan dalam kondisi yang saat itu serba terbatas. Konon Nasi Megono ini adalah bekal atau ransum bagi para prajurit Mataram yang sedang melakukan perjalanan jauh. Seiring dengan berjalannya waktu Nasi Megono pun mengalami penyesuaian, melebur dengan selera umum masyarakat.
Warung Mbak Ibah ini buka hampir 24 jam, dengan semua makanan yang dimasak langsung di tempat. Sehingga tak perlu ragu soal kesegaran makanan. Nasi Megono selain bersahabat dengan lidah juga bersahabat dengan kantung Anda. Seporsi Nasi Megono dengan lauk tongseng sapi misalnya, dibanderol Rp 6.000. Sedangkan Nasi Megonodengan lauk ayam, hati, dan ampela dihargai Rp 11.500. Nasi Megono adalah salah satu alternatif menu sehat karena dimasak dengan cara dikukus dan tanpa menggunakan bahan pengawet sedikitpun. Oleh karena itu pula Nasi Megono tidak akan tahan dalam jangka waktu yang lama.
Nasi Megono merupakan menu masakan yang sangat mudah dijumpai diberbagai daerah. Sebab Nasi Megono adalah warisan menu makanan yang sudah turun temurun dan ketika masyarakat di berbagai daerah berkunjung ke kota Pekalongan mereka telah mencicipinya. Di Pekalongan sendiri ada banyak tempat untuk mencicipi Nasi Megono selain Warung Mbak Ibah. Beberapa yang cukup terkenal di antaranya ada di sekitar Jalan Hayam Wuruk, Warung Nasi Megono Pak Tjukup di Jalan Manggis No. 10, atau Nasi Megono Pak Bon di Lapangan Sorogenen.

Nasi Megono Kuliner Lezat yang Masih Eksis di Pekalongan Nasi Megono Kuliner Lezat yang Masih Eksis di Pekalongan Reviewed by Jelajah Pekalongan on Juli 30, 2018 Rating: 5
ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.